Once upon a time at the skyline of the hill,
When the silence replace anything,
red is the color...
and the wolves is the king
They're called the Wolves
Real hunters ... powerful, effective and wild
They formed solid teams and always need each other
But sometimes they're hunted and considered as an enemy
just because of hatred ...
or fear ...
 
        The Wolves
 


   


 
Para Srigala hidup di masa dimana sebuah kemunduran sedang terjadi, terlalu banyak orang yang telah bergelimang kejayaan, kemakmuran dan ketenaran masa lalu, sehingga mereka lupa akan keangkuhan, ketamakan dan kesemena-menaan yang mereka lakukan.

Banyak orang ingin mendapatkan lebih, kekuasaan feodal yang tak terelakkan, tarik menarik antar para bangsawan, mulai gerahnya daerah-daerah taklukan dan dimulainya gerakan orang-orang yang tidak puas dengan kondisi saat itu atau tidak puas dengan apa yang telah mereka dapatkan.

Suatu masa dimana ketimpangan mulai menjadi pemandangan yang biasa dan kecurigaan bisa terjadi dimana saja. Mulai menjalarnya kelemahan sendi-sendi kepemimpinan dan hilangnya kewibawaan pemegang kekuasaan.

Pemberontakan bisa terjadi kapan saja, perang saudara pun merupakan suatu hal yang sulit dihindarkan, suatu era dari awal dimulainya masa kesuraman.
Kepulauan Nusantara terbagi-bagi menjadi kekuasaan-kekusaan yang saling berdampingan, menjajah dan terjajah, kekuasaan-kekuasan kecil yang menjadi bagian dari kekuasaan feodal yang sangat besar.

Sebuah tanah tropis yang dikelilingi banyak perairan, tempat dimana seorang penguasa sangat didewakan dan diagungkan, tempat dimana manusia yang satu lebih tinggi derajatnya dari yang lain, tempat orang biasa melakukan sesembahan di bangunan-bangunan batu.

Petualangan para srigala dimulai dari pesisir tanah Jawa di Alas Roban, menapak ke kawasan Kedu, Pajang, Mataram, ke Timur, kawasan Kediri, Singosari sampai ke Bali, membentang ke Barat, kawasan Galuh, Pajajaran, sampai ke Swarnadwipa.

 
       


   


 
Kisah perjalanan dari orang-orang yang melakukan sebuah pencarian, melalui jalan yang penuh dengan pesimpangan dan menguak makna yang bisa lebih penting dari apapun. Terlepas dari sisi historis, kepercayaan dan latar belakang politis; cinta dan nurani menjadi penggerak utama manusia untuk berjalan di jalurnya masing-masing.

Interaksi karakter para srigala merupakan garis merah yang merajut peristiwa-peristiwa yang harus mereka lalui. Bentrokan-bentrokan yang terpicu oleh emosi dan idealisme, membentuk jiwa dan kehidupan mereka. cinta dan kebencian, kesetiaan dan pertikaian, nafsu dan hati nurani, kebanggaan dan kesucian, kejayaan dan nestapa, merupakan hal yang tak terpisahkan dalam kehidupan.

Para srigala merupakan segelintir manusia yang hidup pada jamannya yang mencoba untuk bertahan hidup bersama kelompoknya, menarik satu garis di dunia mereka... dunia para srigala.
Para Srigala hidup di sebuah hutan tropis yang sukar dijangkau manusia dan sangat ganas, alam yang masih sangat perawan dengan pohon-pohon besar yang sukar ditembus sinar matahari.

Dominasi budaya kawasan tropis lembab dan unsur etnis dari tiap-tiap pengusung kepercayaan. Pola hidup yang masih sederhana dan kepercayaan yang kuat pada dewa-dewa. Alam yang kadang bersahabat, kadang tidak. Hujan bisa turun berhari-hari, kemarau bisa datang berkepanjangan membawa angin dan debu.

Di kawasan ibukota peradaban lebih kompleks, pasar, kain sutra, kapal dagang, mata uang sudah ada di sana. Kayu, bambu, dan ijuk mendominasi arsitektur saat itu, bangunan batu hanya untuk sesembahan dan kuburan.

Sebuah peradaban agraris dengan hamparan hijau yang luas...
 
       



   
  Website Novel The Hands  
 
   
  Website Naskah Novel Paranormal Academy  
 
   
 : : : : Gina Page : : : :  : : : : Bradi Page : : : :  : : : : Kanu Page : : : :  : : : : Dewita Page : : : :  : : : : Jani Page : : : :  : : : : Kumbang Page : : : :  : : : : Alap Page : : : :  : : : : Mora Page : : : :  : : : : Nakoda Page : : : :